Iri dengan keberhasilan Russia yang mapu pergi ke luar angkasa, pada tahun 1957 presiden Amerika Serikat, Dwight Essien Hower, memerintahkan untuk pembangunan Advenced Research Project Agency (APRA). Dengan merangkul beberapa universitas, akhirnya mereka menciptakan APRAnet yang merupakan bapak moyangnya internet zaman modern. Sejarah search engine diawali dengan adanya temuan internet.
Pada tahun 1960, sejarah search engine berlanjut ketika Ted Nelson menciptakan projek Xanadu dan tiga tahun berikutnya berhasil membuat hiperteks yang berisi hiperlink. Sekarang kita mengenalnya dengan kata link.
Saat awal perkembangan internet tersebut, Tim Berners-Lee membuat sebuah situs web yang berisikan daftar situs web yang ada di internet melalui peladen web CERN. Sejarah yang mencatat sejak tahun 1992 masih ada hingga kini. Dengan semakin banyaknya situs web yang aktif membuat daftar ini tidak lagi memungkinkan untuk dikelola oleh manusia. Utilitas pencari yang pertama kali digunakan untuk melakukan pencarian di internet adalah Archie yang berasal dari kata “archive” tanpa menggunakan huruf “v”. Archie dibuat tahun 1990 oleh Alan Emtage, Bill Heelan dan J. Peter Deutsch, saat itu adalah mahasiswa ilmu komputer Universitas McGill, Amerika Serikat. Archie bertugas melakukan pencarian terhadap semua file yang ada dari sebuah daftar direktori. Ia mendownload daftar tersebut, menyimpannya di sebuah lokasi File Transfer Protocol (FTP), dan membuat database dari daftar tersebut. Jadi, Archie yang notabene adalah search engine pertama di dunia berfungsi mencari file di internet, bukan mencari keyword seperti yang kita ketahui sekarang.
Jika program Archie meng-index file komputer, “Gopher” meng-index teks dokumen. Gopher diciptakan pada tahun 1991 oleh Mark Mccahill di Universitas Minnesota. Karena berbentuk file teks, hampir semua situs gopher menjadi website setelah terciptanya World Wide Web.








